• Sunday, July 30, 2017

    Adinata's Portrait - [Potret 1] Jauh


    Sejak zaman kuliah—tepatnya sejak merantau—bangun tepat waktu selalu jadi masalah buatku. Dulu saat SMA tidak begitu, malah. Meski jauhnya jarak antara rumah dan sekolah kata terlambat tidak pernah masuk kamusku. Tapi kini, yah, daripada repot-repot terlambat setiap waktu aku pun memilih tempat indekos yang jaraknya hanya 5 menit dari kampus. Begitu juga saat mulai magang di sebuah perusahaan startup, kontrakan yang kutempati jauhnya juga tak seberapa dari tempat itu.

    “Di, Lombok sama Pekanbaru jaraknya jauh ya?”

    Sore itu sambil menyelipkan gulungan celana kulot dalam koper yang sudah hampir penuh kamu menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan jarak. Mungkin kamu tidak tahu, sebelum ini sudah kuselidiki jarak antara keduanya: seberapa jauh. Tapi hingga benda terakhir dijejalkan ke dalam kopermu nyatanya aku diam saja. Kamu juga tak terlalu menanggapi karena terlalu sibuk berkemas. Jadi saat akhirnya kamu tersadar bahwa pekerjaanmu sudah selesai aku pun tak ada lagi di balik punggungmu. Sebaliknya, di dalam kamarku yang agak pengap—seharian ini aku tidak peduli pada jendela yang tertutup—kuukir namamu di udara.

    “Iya, jauh.” gumamku, pada diri sendiri.

    Maka beberapa bulan setelah kamu berangkat bersama kekasih barumu ke Lombok aku mesti berulang kali menjawab pertanyaan teman serumahku yang bingung dengan kediamanku. Terkadang tanpa sadar aku berdiri di atas balkon yang menghadap kamarmu; mencari-cari bayanganmu yang nyatanya tertinggal dimana-mana.

    “Ah elah, Dik, Lombok cuma berapa jam doang kalau naik pesawat. Gerah gue ngeliat lo kayak gitu tiap hari tau.” Sammy meneriakiku dari belakang. “Samperin sana.”

    Bicara memang gampang, sebab Sammy juga tidak tahu bahwa ini bukan masalah jarak yang jauh, tapi … sesuatu yang lain. Jadi, untuk yang satu ini aku tak bisa memaksakan diri. Tidak segampang mengontrak rumah yang jauhnya tidak seberapa dari tempat tinggal barunya di Lombok. Kali ini … mungkin aku cuma bisa menunggu.

    Kutunggu dirimu selalu

    Kutunggu walaupun kutahu kau jauh

    Kutahu kau jauh*


    ---

    (*Jauh, by Cokelat)

    No comments:

    Post a Comment

    COPYRIGHT © 2017 · Nurul Hikmah S. | THEME BY RUMAH ES