• Wednesday, August 2, 2017

    Adinata's Portrait - [Potret 2] Mencuri


    Di pelipisku kamu tahu ada bekas guratan samar yang membayangiku sejak kecil. Dulu kamu bahkan sempat menjulukiku Harry Potter sebelum tahu alasannya: buah kenakalanku di halaman tetangga. Ayah melemparkan sapu ke arahku, kesal sebab aku ketahuan mencuri mangga tetangga yang sudah diperam sejak lama.

    Sejak saat itu aku kapok dan tidak pernah berpikiran lagi untuk mencuri buah-buahan tetangga. Di saat teman-teman seumuranku masih menggerayangi pohon-pohon sekomplek aku mesti duduk manis di luar pagar, menunggu mereka hingga selesai. Jangankan memanjat, meminta hasil jarahan mereka saja aku sudah tidak berminat.

    Hal itu tentu kubawa hingga dewasa, sama seperti kebiasaan menulismu yang selalu ditemani oleh pena bertinta biru.

    Tapi … akhir-akhir ini entah kenapa aku meragukan diriku sendiri. Bersamaan dengan sosokmu yang lenyap dari kamar di lantai dua itu aku tersadar bahwa kebiasaan anti mencuri itu ternyata tergerus juga oleh waktu. Sebab dalam laci pertama di lemari bukuku—saat kucari-cari tulisan lamamu yang tertinggal—beberapa lembar potretmu menyembul di balik koran. Ah … agaknya aku lupa pernah mencuri bayangmu diam-diam. Dan di atas mejaku … tergeletak saksi bisu itu: kameraku—dulu pernah kau gunakan untuk mencuri potret sesosok pria bermata cerah, yang kini sudah membawamu terbang ke kota lain. Meski dia tahu ada potret kita di dinding kamarmu: saat kamu menggenggam tanganku kelewat erat karena takut akan ketinggian. 
    And if you hurt me

    That's okay baby, only words bleed

    Inside these pages you just hold me

    And I won't ever let you go*

    ---

    (*Photograph, by Ed Sheeran)

    No comments:

    Post a Comment

    COPYRIGHT © 2017 · Nurul Hikmah S. | THEME BY RUMAH ES