Hei waktu!
Aku hampir berakhir, di sini di antara kursi-kursi dan tumpukan kertas. Di antara remaja yang berjubel. Di antara keluhan, sorakan, tangisan dan perbincangan.
Lelah benar.
Hei! Tapi kau perlu tau bahwa sesungguhnya ada yang akan kurindu suatu saat nanti.
Hei waktu!
Sungguh aku tak ingin menghitung mundur. Simpan saja jam pasirmu dalam perut bumi. Aku tak butuh. Namun ketahuilah bahwa kelak pasti 'kan kutangisi saat ini. Semuanya, saat aku tertawa lepas atau termenung sedih. Saat maknanya kuresapi dalam renungan sunyi bersama alunan musik.
Hei waktu!
Mungkin suatu masa nanti seragamku dipenuhi debu, dimakan waktu. Hancur lebur. Tapi bolehkan tulisanku ini abadi di sini?
Bolehkah?
* * *
Tidak ada komentar:
Posting Komentar