Sabtu, 14 April 2012

It's a Thriller Night


Sepotong bulan bercahaya kuning pucat berkedip-kedip di balik awan-awan kelabu yang bertengger di ekor langit. Kegelapan malam hampir-hampir pekat jika bukan karena lampu-lampu jalan yang berdiri tegak dengan cahaya redup yang begitu menyedihkan.

Angin musim gugur bertiup lembut, menerbangkan seonggok kumpulan daun-daun kering yang telah terkumpul di pojok halaman, berteman seekor American Husky yang tertidur pulas di luar kandangnya.

Di tempat lain, seorang gadis berambut kehitaman tengah bertengger di atas dahan pohon maple—dengan senyuman miring yang terlihat begitu ganjil di bibirnya. Gadis itu menggenggam sepotong tulang berlumur cairan merah dalam jemarinya, dan hal itu sekaligus membuat gaun kelabunya ternodai oleh darah. Meskipun begitu, sepasang mata birunya tetap fokus memandangi sepasang manusia yang tampaknya sedang berbincang serius dari balik jendela rumah mereka. Gadis itu tentu saja penasaran tentang apa yang sedang dibicarakan sepasang manusia itu, namun bagaimanapun juga, penampilannya yang begitu menyedihkan amat sangat membuat dirinya malu untuk menampakkan diri di hadapan orang lain.

“Jane ….” panggil sebuah suara pelan, hampir menyerupai bisikan yang terdengar begitu halus, senada dengan kebekuan yang merayap di udara.

Gadis itu sontak menggigil, waktunya telah tiba.

---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 · MONOKROM | THEME BY RUMAH ES