Sirna, tanpa sisa
Musnah tanpa kata
Namun kenanglah wangiku
Kenanglah tawaku
Kenanglah aku; sebagai kerikil kecil yang pernah singgah di jalanmu
Kenanglah aku; sebagai mentari yang pernah menghangatkanmu, menyengat kulitmu, melukaimu
Kenanglah, untuk segalanya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar