Kamis, 17 Juli 2014

Review: Dark Road Home


Judul: Dark Road Home
Judul Terjemahan: Jalan Pulang yang Kelam
Pengarang: Karen Harper
Penerjemah: Agus Suteja
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Violet Books
Tebal: 512 halaman
Diterbitkan pertama kali: 2011
Format: Paperback

Sinopsis:

Terjadi peristiwa mengerikan di wilayah komunitas Amish….

Setelah sebuah kasus pembunuhan mengancam keselamatannya, Pengacara Brooke Benton berniat mencari perlindungan di tengah komunitas Amish yang hidup dengan tenang di Maplecreek. Meski para penduduk lokal tidak setuju dengan gaya hidup kosmopolitannya, dengan segera ia berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka. Namun ketika sebuah peristiwa tabrak lari berakhir fatal, Brooke tak bisa membiarkan begitu saja keyakinan komunitas tersebut yang percaya akan pengampunan. Ia ingin jawaban.

Beberapa tahun silam, Daniel Brand meninggalkan kampung halamannya untuk mencari tahu kehidupan dunia luar. Kini ia kembali ke komunitas Amishnya, dan kehadiran seorang wanita dari dunia luar, Brooke Benton, tak sesuai dengan harapannya. Namun ketika keponakan perempuannya tewas, perlahan-lahan ia setuju kalau mereka harus mengadili pengemudi yang telah menewaskannya—apalagi saat peneror misterius terus-menerus mengancam komunitas itu. Bersama-sama, Brooke dan Daniel memulai sebuah perjalanan kelam, berharap bisa membawa kedamaian bagi komunitas kecil itu… dan mungkin membawa hati mereka kembali pulang.

Review:

Brooke adalah seorang pengacara. Terkait kasus yang ditanganinya dan peneror yang kemudian menerornya berkali-kali, Brooke Benton akhirnya melarikan diri ke wilayah kediaman masyarakat Amish. Setelah perkenalannya dengan Daniel mereka berdua lalu menghadapi kasus tabrak lari yang menimpa empat orang anak Amish. Lalu dimulailah serentetan penyelidikan yang ujung-ujungnya membuat posisi Brooke menjadi sulit. Belum lagi teror padanya terus berlangsung dan berakhir pada penculikan Jen, keponakannya yang tinggal bersamanya.

Untuk buku setebal 500 halaman lebih rasanya terlalu banyak informasi yang harus diserap. Berhubung buku ini menggunakan sudut pandang orang ketiga penjabarannya jadi melebar kemana-mana. Dan sayangnya lagi untuk sebuah buku romance suspence saya dibuat kecewa karena setelah separuh buku lebih menerka-nerka pelaku peneror dan kasus lainnya, penulis malah menampilkan adegan pelakunya yang sedang 'mengaku' secara gamblang. Jadi semangat menuntaskan buku ini setelahnya jadi agak berkurang. Alhasil unsur seru memecahkan kasus seperti yang biasa saya temui di novel dengan tema sejenis jadi nggak ada.

Rating: 2 bintang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 · MONOKROM | THEME BY RUMAH ES